Rabu, 06 Oktober 2010

Obat-Obat Psikotropika

Pendahuluan :
Psikotropik ialah obat yang bekerja pada atau mempengaruhi fungsi psikis, kelakuan atau pengalaman (WHO, 1966) . sebenarnya psikotropik baru diperkenalkan sejak lahirnya suatu cabang ilmu farmakologi yakni psikofarmakologi, yang khusus mempelajari psikofarmaka atau psikotropik.

Berdasarkan Penggolongan klinik psikotropik dibagi menjadi 4 golongan yaitu :

1) Antipsikosis (major tranquilizer, neuroleptik)
2) Antiansietas (antineurosis, minor tranquilizer)
3) Antidepresin
4) Psikotogenik.

berikut ini akan diberikan beberapa contoh obat Psikotropika yang masuk golongan Antipsikosis beserta Nama Obat Patennya.

Komposisi : Haloperidol

Indikasi : Skizofrenia dan psikosis lain, mania, terapi tambahan jangka pendek untuk agitasi psikomotor, eksitasi, perilaku kekerasan atau imfulsif yang berbahaya.

Dosis : Oral : Skizofrenia dan psikosis lain, mania, terapi tambahan jangka pendek untuk agitasi psikomotor, eksitasi, perilaku kekerasan atau imfulsif yang berbahaya : dosis awal 1,5 – 3 mg, 2 – 3 kali sehari atau 3 – 5 mg, 2 – 3 kali sehari pada kasus berat atau resisten.

Pada skizofreni resisten sampai 100 mg (jarang sampai 120 mg) perhari mungkin diperlukan. Sesuaikan dengan respons, dosis pemeliharaan efektif serendah mungkin (sampai serendah 5-10 mg/hari).

LANSIA (atau debil) dosis awal setengah dosis dewasa.

ANAK : dosis awal 25-50 mcg/kg BB/hari dalam 2 dosis terbagi, maksimal 10 mg.

REMAJA sampai 30 mg/sehari.

Terapi tambahan jangka pendek pada ansietas berat, DEWASA : 500 mcg, 2 kali sehari. ANAK : tidak dianjurkan.

Pada kasus cegukan yang sulit diobati : 1,5 mg, 3 kali sehari. Sesuaikan dengan respons. ANAK tidak dianjurkan.

Kontraindikasi : koma karena depresi SSP, depresi sumsum tulang, hindari pada feokromositoma, gangguna hati dan ginjal berat.

Interaksi : meningkatkan resiko aritmia ventrikular jika amidaron digunakan bersama haloperidol, amisulprid, fenotiazin, pimozid atau sertindol – hindari penggunaan bersamaan.

Peringatan : penyakit kardiovaskular dan serebrovaskular, penyakit pernapasan, parkinsonisme, epilepsi, infeksi akut, hamil, menyusui, gangguan ginjal dan hati, riwayat sakit kuning, leukopenia, hipotiroidisme, miastenia gravis, hipertrofi prostat, glaukoma sudut sempit, hati-hati pada lansia, hindari pemutusan obat tiba-tiba.hindari pada penyakit ganglia basalis.

Efek samping : kurang sedatif, gejala antimuskarinik dan hipotensif lebih ringan. Jarang terjadi fotosintesisasi dan pigmentasi. Gejala ekstrapiramidal terutama distonia dan akatisia lebih sering, terutama pada pasien tirotoksik. tardive dyskinesia, hipotermia (kadang-kadang panas), mengantuk, apatis, pucat, mimpi buruk, insomnia, depresi, agitasi, perubahan pola EEG, kejang, gejala anti muskarinik yang terdiri atas : mulut kering, hidung tersumbat, konstipasi, kesulitan buanag air kecil, dan pandangan kabur. Gejala kardiovaskular meliputi : hipotensi, takikardi dan aritmia,. Terjadi perubahan EKG, pengaruh endokrin seperti gangguan menstruasi, galaktore, ginekomastia, impotensia, dan perubahan berat badan.terjadi reaksi sensitivitas.

Nama Paten :

Ø Dores (Pyridam) kaptabs 0,5 mg, 1,5 mg, 5 mg

Ø Govotil (Guardian) Tablet 2 mg, 5 mg

Ø Haldol ( (Johnson & Johnson Indonesia) Tablet 0,5 mg, 2 mg, 5 mg

Ø Halonace ( Combiphar) Tablet 0,5 mg, 1,5 mg, 2 mg, 5 mg.

Ø Lodomer ( Mersifarma Tirmaku Mercusana) Cairan injeksi 5mg/mL, Tablet salut selaput 2 mg, 5mg, drops 2mg/mL.

Ø Serenace (Soho) Cairan injeksi 5 mg/mL, Tablet 0,5 mg, 1,2 mg, 2 mg, 5mg, drops 2mg/mL.

Ø Seradol (Harsen) Tablet 0,5 mg, 1,5 mg, 5 mg.


Komposisi : Klorpromazin Hidroklorida

Indikasi : Skizoprenia dan psikosis lain, mania, terapi tambahan jangka pendek pada ansietas berat, agitasi psikomotor, eksitasi dan perilaku kekerasan dan inpulsif yang berbahaya, Anti emetik, Penggunaan pra bedah.

Dosis : Oral : Skizoprenia dan psikosis lain, mania, terapi tambahan jangka pendek pada ansietas berat, agitasi psikomotor, eksitasi dan perilaku kekerasan dan inpulsif yang berbahaya, dosis awal 25 mg 3 kali sehari atau 75 mg malam hari yang disesuaikan dengan respons nya. Dosis penunjang biasanya 75 – 300 mg / hari(akan tetapi sampai dosis 1 gr/hari mungkin diperlukan pada kasus psikosis).

LANSIA atau debil sepertiga dosis dewasa.

ANAK : (Skizoprenia dan autisme) 15 tahun 500 mcg/kg bb setiap 4 – 6 jam(maksimal 40 mg/hari; 6-12 tahun sepertiga sampai setengah dosis dewasa (maksimal 75 mg/hari).

Cegukan yang sulit diobati : 25 – 50 mg 3-4 kali sehari.

Kontraindikasi : koma karena depresi SSP, depresi sumsum tulang, hindari pada feokromositoma, gangguna hati dan ginjal berat.

Interaksi : Meningkatkan resiko aritmia ventrikular jika antiaritmia yang memperpanjang interval QT diberikan bersamaan.

Peringatan : penyakit kardiovaskular dan serebrovaskular, penyakit pernapasan, parkinsonisme, epilepsi, infeksi akut, hamil, menyusui, gangguan ginjal dan hati, riwayat sakit kuning, leukopenia, hipotiroidisme, miastenia gravis, hipertrofi prostat, glaukoma sudut sempit, hati-hati pada lansia, hindari pemutusan obat tiba-tiba (Catatan : Obat ini dapat menyebabkan sensitisasi kontak. Hindari kontak langsung)

Efek samping : gejala ekstrapiramidal, tardive dyskinesia, hipotermia (kadang-kadang panas), mengantuk, apatis, pucat, mimpi buruk, insomnia, depresi, agitasi, perubahan pola EEG, kejang, gejala anti muskarinik yang terdiri atas : mulut kering, hidung tersumbat, konstipasi, kesulitan buanag air kecil, dan pandangan kabur. Gejala kardiovaskular meliputi : hipotensi, takikardi dan aritmia,. Terjadi perubahan EKG, pengaruh endokrin seperti gangguan menstruasi, galaktore, ginekomastia, impotensia, dan perubahan berat badan.terjadi reaksi sensitivitas. Perubahan pada lensa dan kornea, pigmentasi kulit,kornea, kunjungtiva dan retina. Pigmentasi keunguan pada kulit, korne, kunjungtiva dan retina.

Nama Obat Paten :

Ø Cepezet 100 (Mersifarma Tirmaku Mercusana) tablet salut selaput 100mg

Ø Largactil ( Rhone Poulenc Indonesia) Tablet salut selaput 25 mg, 100mg.

Ø Largazine (Soho) Tablet salut selaput 25 mg, 100 mg.


Komposisi : Perfenazin

Indikasi : Skizoprenia dan psikosis lain, mania, penggunaan jangka pendek sebagai terapi tambahan untuk ansietas berat, agitasi psikomotor, eksitasi dan perilaku kekerasan atau impulsif berbahaya, antiemetik.

Dosis : Skizoprenia dan psikosis lain, mania, penggunaan jangka pendek sebagai terapi tambahan untuk ansietas berat, agitasi psikomotor, eksitasi dan perilaku kekerasan atau impulsif berbahaya. Dosis awal 4 mg, 3 kali sehari, dosis sesuaikan dengan respons. Maksimal 24 mg /hari.

LANSIA seperempat sampai setengah dosis dewasa.

ANAK dibawah 14 tahun tidak dianjurkan.

Kontraindikasi : koma karena depresi SSP, depresi sumsum tulang, hindari pada feokromositoma, gangguna hati dan ginjal berat.

Interaksi : Meningkatkan resiko aritmia ventrikular jika antiaritmia yang memperpanjang interval QT diberikan bersamaan.

Efek samping : koma, diskrasia darah, depresi sumsum tulang, kerusakan hati berat, dibanding klorpromazin, efek sedasi kurang, gejala ekstrapiramidal terutama distonia lebih sering, terutama pada dosi tinggi.

Nama Paten :

Ø Trilafon (Schering Plough Indonesia) Tablet 2 mg, 4 mg, 8 mg.

Ø Avomit (Kimia Farma) Tablet 4 mg

Ø Perlafon (Combiphar) Tablet 2 mg, tablet salut gula 4 mg, 8 mg.




Sumber :
- Farmakologi dan Terapi. FKUI. 1995
- Informatorium Obat Nasional Indonesia 2008. BPOM Republik Indonesia, 2008

Selasa, 14 September 2010

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN KEKERASAN RESIKO TINGGI TERHADAP ORANG LAIN

Pengertian
Amuk merupakan respon kemarahan yg paling maladaptif yg ditandai dengan perasaan marah dan bermusuhan yg kuat disertai hilangnya kontrol,dimana individu dpt merusak diri sendiri, orang lain maupun lingkungan (Keliat,1991).

Faktor-faktor yang mempengaruhi amuk
Tingkah laku amuk dapat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor.Dalam beberapa teori,faktor ini dibagi 3 pandangan yaitu :

1.Model Teori Importation :
Teori ini mencerminkan kedudukan klien dalam membawa atau mengadopsi nilai-nilai tertentu,sikap,pola tingkah laku kondusif terhadap amuk kedalam situasi pengobatan dan perawatan (Armstrong,1978 dalam wilson,1988).
Faktor-faktor penyebab/mempengaruhi tingkah laku amuk adalah sebagai berikut :
a. Faktor sosial dan kultural
Staus emosi yg rendah,adanya riwayat penganiayaaan pd masa anak- anak,pengalaman hidup dari sub kultur yg mengatasi konflik dng kekerasan,riwayat perilaku kekerasan.
b. Penyakit gangguan mental seperti schizofrenia,gangguan kepribadian,gejala/ sindroma psikotik organik.
c. Mental retardasi
d. Akibat menderita penyakit yg berat atau terminal
e. Demografi:Usia dan jenis kelamin, lelaki muda cenderung meningkat tingkah laku amuk.
f. Seseorang yg putus asa dan tidak berdaya.

2.Model Situasionism
Amuk adalah respon terhadap keunikan,kekuatan dan lingkungan ruamh sakit yg terbatas yg membuat klien merasa tak berharga dan tdk diperlakukan secara manusiawi.Model menggambarkan bagaimana lingkungan dpt mendukung terjadinya kondisi amuk seperti : ruang & kondisi,kesibukan,penempatan klien diunit tersebut,penggunaan waktu,design arsitektur ruangan,pola staf,tingkat kegiatan dan komposisi jumlah klien.

3.Model Interaksi
Model ini menguraikan bagaimana proses interaksi yg terjadi antara klien dan perawat dpt memicu atau menyebabkan terjadinya tingkah laku amuk,Model ini memfokuskan pd 3 elemen tjdnya cetusan amuk yaitu : Provokasi,Expectasi (harapan) dan Konflik.


Proses Terjadinya Amuk
Amuk adalah respon marah terhadap adanya stres,rasa cemas,harga diri rendah,rasa bersalah,putus asa dan ketidak berdayaan.respon ini dpt diekspresikan secara internal maupun eksternal. Secara internal dpt berperilaku yg tdk asertif & merusak diri,sedangkan secara eksternal dpt berupa perilaku destruktif agresif. Adapun respon marah diungkapkan melalui 3 cara Yaitu : Secara verbal,Menekan dan menantang.
Bagan 1. Konsep Marah (Beck,Rawlins,Williams,1986,hal 447 dikutif oleh Keliat, 1991).



Pengkajian
1. Identitas klien
2. Alasan masuk biasanya berperilaku aneh berupa marah-marah tanpa sebab, menya-kiti diri sendiri dan org lain serta merusak lingkungan.
3. Faktor predisposisi
• Riwayat kelahiran dan tumbuh kembang
• Riwayat pendidikan
• Riwayat pekerjaan
• Penggunaan waktu luang
• Hubungan antar manusia
• Tindakan anti sosial
• Penyakit yg pernah diderita
• Riwayat gangguan jiwa dimasa lalu
• Pengobatan sebelumnya
• Kekerasan dl keluarga
• Trauma krn aniaya fisik/tindakan kriminal
4. Apakah ada anggota keluarga yg mengalami gangguan jiwa
5. Apakah ada pengalaman masa lalu yg tdk menyenangkan
6. Bagaimana keadaan fisik klien scr umum (S,N,Tensi,RR,TB,BB Serta keluhan fisik lainnya).
7. Bagaimana Kondisi Psikosoial klien : Genogram keluarga,Konsep diri klien,Hubungan sosial klien,spiritual klien.
8. Bagaimana status mental klien: Penampilan,pembicaraan,aktivitas motorik,alam perasaan, afek,interaksi selama wawancara,persepsi klien,proses pikir,isi pikir, tingkat kesadaran, memori,Tingkat konsentrasi dan berhitung,kemampuan penilaian daya tilik diri.
9. Kemampuan klien memenuhi kebutuhan
10. Kemampuan klien dalam kegiatan kehidupan sehari-hari
11. Kebersihan diri klien
12. Nutrisi klien
13. Tidur/istirahat klien
14. Apakah klien memiliki sistem pendukung
15. Apakah klien menikmati saat bekerja,yg menghsilkan atau hobbi
16. Mekanisme koping adaptif atau tdk
17. Apakah klien memiliki masalah psikososial atau lingkungan
18. Bagaimana pengetahuan klien & klg ttg penyakit jiwa.
Diagnosa Keperawatan
1. Kekerasan resiko tinggi b.d adanya gangguan proses pikir
2. Gangguan sosialisasi b.d hambatan komunikasi verbal
3. Resiko Tinggi melukai orang lain b.d Ketidak mampuan mengontrol diri
4. Koping keluarga inefektif b.d kurangnya kemampuan merawat amuk.
Rencana Keperawatan
1.Kekerasan resiko tinggi b.d adanya gangguan proses pikir
Tujuan Jangka Pendek :
Klien mempertahankan agitasi pada tingkat yg dpt dikendalikan shg tdk menjadi kekerasan pd waktu lain.
Tujuan Jangka Panjang :
Klien tdk membahayakan diri sendiri,org lain dan lingkungan saat dirumah sakit maupun dirumah.
Intervensi
1).Bangun kepercayaan dengan klien
• Jangan mengemukakan alasan,berdebat atau menentang waham
• Yakinkan klien bahwa dia berada dlm keadaan aman & tdk berbahaya
• Jangan tinggalkan klien sendiri
• Sarankan klien u/ mengungkapkan perasaannya
• Tunjukan penerimaan thd kebutuhannya spt membicarakan pengalaman yg memicu timbulnya waham
• Tetap tenang
Rasional
U/ menghindari kecurigaan dan menumbuhkan kepercayaan/keterbukaan
2).Kaji Tingkat ansietas klien
Rasional
Dengan mengenali prilaku ini perawat dpt mengatasi sebelum kekerasan terjadi.
3).Kaji sensori yg menimbulkan keinginan u/ melakukan kekerasan
Rasional
U/ mengetahui ttg perubahan isi pikiran yg menimbulkan perubahan perilaku.
4).Jangan menerima /mengkritik isi pikir klien yg salah
Rasional
Karena akan mengurangi kepercayaan & memunculkan konflik antar klien perawat yg dpt menghambat hubungan terapeutik
5).Pertahankan tingkat rangsang yg rendah pd lingkungan klien
Rasional
Ansietas meningkat pd rangsangan yg tinggi.
6).Singkirkan objek yg berpotensi membahayakan
Rasional
Dlm keadaan dissorientasi klien dpt menggunakan objek ini u/tindakan kekerasan

2.Kerusakan interaksi sosial b.d hambatan komunikasi verbal
Tujuan jangka pendek
Klien mengembangkan hubungan saling percaya dng staf,mengajak interaksi dng staf
Tujuan Jangka Panjang
• Klien dng sukarela mau melakukan aktivitas kelompok bersama klien yg lain & staf
• Klien dpt menahan diri u/ tdk melakukan perilaku egosentris yg menyinggung org lain & tdk mendukung suatu hubungan saat pulang
Intervensi



1).Luangkan waktu u/ berinteraksi dng klien
Rasional
U/ membentuk persepsi klien agar merasa berharga/dihargai
2).Kembangkan hubungan terapeutik melalui kontak yg sering,singkat & menerima
Rasional
Kehadiran,penyampaian & penerimaan menolong meningkatkan harga diri/kepercayaan klien
3).Ajak klien u/ melakukan aktivitas kelompok,berikan klien kesempatan meng-ambil keputusan sendiri u/meninggalkan kelompok.
Rasional
U/memberikan rasa aman scr emosional kepada klien
4).Berikan umpan balik langsung dari interaksi yg telah dilakukan klien dng org lain
Rasional
U/ mengubah perilaku klien kearah positif.
5).Ajarkan tehnik asertif & cara berespon serta ketrampilan dlm melakukan hubung an dng org lain
Rasional
Pengetahuan ttg tehnik asertif dpt meningkatkan hubungan klien dng org lain







DAFTAR PUSTAKA


Carpenito, Lynda Juall, Buku Saku Diagnosa Keperawatan, Alih Bahasa : Yasmin Asih, Edisi 6, EGC, Jakarta, 1998

Keliat, B. A., Proses Keperawatan Kesehatan Jiwa, EGC, Jakarta, 1999

Rawlins, R.P. & Patricia Evans Heacock, Clinical Manual of Psychiatric Nursing, 2 nd Edition, Mosby Year Book, St. Louis, 1993

Stuart, G.W. & Michele T. Laraia, Principles and Practice of Psychiatric Nursing, 6 th Edition, Mosby Company, St. Louis, 1998

Towsend, Mary C., Buku Saku Diagnosa Keperawatan Psikiatri Untuk Pembuatan Rencana Keperawatan,

Alih Bahasa : Novy Helena C.D., Edisi 3, EGC, Jakarta, 1998\

Stuart, G. W. & Sandra J. Sundeen, Principles and Practice of Psychiatric Nursing, 1 st Edition, Mosby Company, St. Louis, 1995

Selasa, 07 September 2010

KOnsep dasar Mikrobilogi

Pengertian :
• Berasal dari Bahasa Yunani
Mikros : Kecil
Bios : Hidup/Kehidupan
Logos : Ilmu Pengetahuan
• Jadi Mikrobiologi adalah :
Ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup yang sangat kecil (diameter < class="fullpost">
Mikroorganisme terdapat dimana-mana, diantaranya ada yang bermanfaat bagi kehidupan manusia, tetapi banyak pula yang merugikan.
Contoh yang menguntungkan :
 Dalam proses pembusukan sampah
 Berperan dalam proses pembuatan makanan dan minuman
 Dalam proses Fermentasi
 Proses pembuatan Vaksin

Contah yang merugikan :
 Penyebab berbagai macam penyakit
 Penyebab kerusakan berbagai bahan makanan dan minuman

Mikrobiologi meliputi berbagai Disiplin Ilmu
a. Berdasarkan Taksonomi
 Bakteriologi
 Virioligi
 Parasitologi
 Mikologi
 Algeaologi
 protozologi
b. Berdasarkan Habitat
 Mikrobiologi Air
 Mikrobiologi Tanah
 Mikrobiologi Udara
 Mikrobiologi Makanan
c. Berdasarkan Bidang Pengetahuan yang dimasuki
 Mikrobiologi Pertanian
 Mikrobjologi Industry (Pangan, Obat, Kimia dan lain-lain)
 Mikrobiologi Lingkungan (Pencemaran, Pengrusakan Hutan dan lain-lain)
 Mikrobiologi Medis/Kedokteran

A. Mikrobiologi Air
Sumbar Pencemaran Air
 Udara
 Tanah
 Feaces
 Sampah Organik
 Limbah Rumah Tangga/Industri


Dapat mempengaruhi kehidupan Mikroorganisme air, (ada yang musnah/ada yang mampu bertahan hidup) → PATOGEN, dapat menyebabkan berbagai macam penyakit


WATER BORNE DISEASE (WBA)
o Kuman Patogen Utama
 Salmonella Typhi
 Shigella Dysentreial
 Leptospira
 Virus Polio
 Protozoa (Entamoba Histoliytica, Francisella, Tularensis)
o Water Borne Diasease, terjangkit melalui
 Minuman
 Makanan
 Peralatan
o Sanitasi Air : ↓ Mikroorganisme
 Zat-zat Kimia, (dengan batas-batas tertentu)
 Adsorbsi Mikroorganisme
Contoh :
 Saringan Pasir Lambat
 Saringan Pasir Cepat
 Keramik Filter
 Penyinaran (Sinar Matahari)
 Direbus

B. Mikrobiologi Udara

o Udara bukan Habitat Mikroorganisme
o Mikroorganisme → Kontaminasi dengan Spora/Partikel
o Jenis Partikel Penyebab Infeksi
 Residu Tetesan Dahak (Dorplet)
 Partikel Debu
o Sifat-Sifat dan Pengendalian Infeksi Melalui Udara

NO

Sifat-Sifat dan Pengendalian

Residu Tetesan Dahak

Partikel Debu

1

Sumber Partikel

Penguapan Tetesan Saluran Nafas

Aliran Udara, Partikel Kulit/Pakaian/Debu

2

Sistem Sirkulasi

Tetap diudara (1,2 Cm/Menit)

Cepat mengendap ditanah (46 Cm/Menit)

3

Jasad Renik

Jarang (> 1)

Banyak

4

Pencapaian Jaringan

Diendapkan diparu-paru

Diendapkan diluar dan Saluran Nafas Atas

5

Sifat Epidemi

Epidemi Menjalar

Epidemi berhubungan dengan Tempat Khusus

6

Pengendalian

Ventilasi, Sinar Ultra Violet diudara, penguapan Glikol

Pencegahan Penumpukan Bahan (Sterilisesi Dan Ventilasi



Konsep Dasar Komunikasi



Pengertian
Komunikasi berasala dari kata :
“To commune” : milik bersama
“Communication” (Inggris)
Yaitu :
Pemberitahuan dan/atau pertukaran ide, dengan pembicara mengharapkan pertimbangan atau jawaban dari pendengarnya (Suryani, 2005)

McCubbin dan Dahl (1985) :
Komunikasi merupakan sebagai suatu proses tukar menukar perasaan, keinginan, kebutuhan dan Pendapat

William Ablig :
Komunikasi adalah proses pengoperan lambang yang memiliki arti di antara individu

Perry Potter
Proses kompleks yang melibatkan tingkah laku dan hubungan serta memungkinkan individu berasosiasi dengan orang lain dan lingkungan sekitarnya


dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa komunikasi :
* Kegiatan yang melibatkan 2 orang atau lebih
* Bentuk pembagian ide, pikiran dengan menggunakan lambang
* Memiliki tujuan perubahan pada orang lain
* Tidak hanya menyampaikan isi tapi juga perasaan dan emosi
* Aksi saling berbagi

Komponen dasar komunikasi
komunikator/sumber, pesan, komunikan

Komponen lainnya
Proses pembentukan dan penyampaian pesan (encoding), saluran/channel/media, proses penerimaan pesan (encoding), umpan balik (feedback)

Untuk dapat berkomunikasi yang baik tentu harus ada syarat - syarat yang harus dipenuhi dari komponen komunikasi tersebut.
1. Syarat Komunikator yang baik
* Memiliki tujuan dalam melakukan komunikasi
* Memiliki pengetahuan yang memadai tentang pesan yang disampaikan
* Memiliki keterampilan yang memadai untuk membangun hubungan/relasi
* Efektif : dengan pengkodean (bahasa tubuh, mimik muka, tulisan)

2. Syarat Pesan yang baik
* Sesuai konteks (situasi komunikasi)
* Singkat dan jelas
* Menggunakan saluran yang mudah dipahami oleh komunikator dan komunikan
* Memungkinkan pengulangan dan penegasan pesan
* Efektif : dapat dipahami, tdk menimbulkan distorsi

3. syarat Komunikan yang baik
* Memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk menangkap dan menterjemahkan pesan
* Memiliki cukup atensi untuk menerima pesan yang disampaikan oleh komunikator
* Memiliki keterampilan untuk merespons pesan yang disampaikan

Proses Komunikasi dapat dilihat pada gambar



Tingkatan Komunikasi ?
1. Komunikasi intrapersonal
Tujuan : kesadaran diri yang mempengaruhi konsep diri dan perasaan dihargai

Misal : Seorang perawat mendapati klien dengan ekspresi menyeringai dan berpikir : Apakah klien ini kesakitan? Apa yg hrs aku lakukan untuk klien ini? Kapan dosis terakhir dari obat anti nyeri diberikan?

2. Komunikasi interpersonal
Pada komunikasi Yang sehat : pemecahan masalah,berbagi ide, pengambilan keputusan dan perkembangan pribadi

3. Komunikasi massa/publik
Interaksi yg terjadi dalam kelompok yg besar

Faktor Yang mempengaruhi Komunikasi :
a. Perkembangan
b. Persepsi
c. Nilai
d. Emosi
e. Latar belakang sosiokultural
f. Jender
g. Pengetahuan
h. Peran dan hubungan
i. Lingkungan
j. Ruang teritorial



Cari Blog Ini

Pengikut